Monday, 29 July 2013

Dunia ini berputar, seluruhnya.
Alam semesta, galaksi, daun, angin, metabolisme, sampai yang terkecil atom, semuanya.
Kita nggak akan pernah tahu kapan semua perputaran ini berhenti, bahkan sisa putaran yang kita punya adalah sebuah misteri (it's better that way, isn't?) Tapi kita punya satu keyakinan, sebelum kita 'terpaksa' berhenti berputar.. kita akan terus dipaksa ikut dalam putaran ini (suka atau tidak suka), atau lebih tepatnya membuat putaran ini terus berjalan.

Halo! Ini Irvan. Calon mahasiswa tahun ketiga.
Udah lama nggak nulis jadi harap maklum kalo nggak enak dibaca :)

Takdir.
Kata temen, takdir itu udah ditulis. Kapan kita lahir, meninggal, jodoh, rezeki, bahkan yang paling mencengangkan katanya takdir sudah menentukan kita masuk surga atau neraka (?). Mungkin memang belum cukup umur untuk bilang ini itu, tapi pengalaman sejauh ini bilang takdir itu memang ada dan harus kita percaya guys.
Kita pernah ngerasa bisa ngerjain soal tapi keluar2 nilainya jelek.
Hati kecil berkata: 'Mungkin tadi nggak teliti',
guru: 'Belajar lagi ya',
temen: 'Padahal nggak belajar, tapi dapet bagus :') ' (ngeselin).
Mungkinkah nilai kita sudah tertulis di atas kertas takdir?
Mungkin iya, jadi mau seberapa hebat belajarnya nilainya bakal tetep segitu
Mungkin iya (bersyarat), tergantung belajarnya gimana juga sih
Mungkin nggak, emang kurang usaha aja

Pilihan kedua sepertinya tepat (opini)
Lebih setuju, bahwa kita masih bisa menentukan nasib kita sendiri. Jika kita cukup berusaha kita dapet bagus, kita kurang berusaha kita dapet lebih sedikit.
Nah terus, kok masih ada yang kurang berusaha tapi dapet lebih?
Pertanyaannya, apa usaha itu harus kelihatan? Yakin kita tahu semua usaha dia?
Nggak bisa sob, yang tahu cuman dia sama Allah aja :)
Satu lagi, usaha bukan sesuatu yang bisa ilang gitu aja. Sepertinya, kita semua setuju usaha adalah sebuah akumulasi. Bisa jadi usaha kita hari ini 'nggak ngefek' tapi yakin deh, suatu saat pasti akan ada hasilnya.

Apa iya semuanya masih bisa diusahain?
Hem, nggak. Kita sering denger ada orang meninggal tiba2 padahal masih sehat2 aja selain itu, siapa orang tua kita, kapan kita lahir, kita juga nggak bisa milih bukan?

Masuk pre-tahun ketiga kuliah hidup rasanya sumpek.
Entah ini pikiran sendiri atau memang semua merasakan hal yang sama, tapi pertanyaan2 berorientasi masa depan muter2 di otak.
Mau nikah kapan? Sama siapa? Nanti skripsi gimana ya? Bisa nggak ya lulus cepet? atau mau lulus nelat tapi banyak pencapaian? ...

Tapi sepertinya pertanyaan 'Nanti setelah lulus mau kemana?' adalah hal yang nge hits untuk dijawab.

Sebenarnya sudah ada, tapi susah
Sebenarnya ada, tapi kayaknya nggak mungkin
Sebenarnya ada, tapi resikonya tinggi.. kenapa nggak nyari yang aman aja sih?
haha, it's more like battle inside my head sebenernya. Seakan2 otak udah tahu jawaban atas pertanyaan2 yang keluar, sering gitu kan?
Tapi, Apapun pilihannya nanti harus yang sesuai minat bakat.. bahasa gaulnya sekarang: passion

Trust me guys, journey to find out your passion is not easy and damn complicated. Butuh usaha, waktu, dan memang harus sering2 coba hal baru, jadi pernah ngerasain banyak hal, pengalaman emang guru terbaik bukan?

Perjalanan mencari jati diri emang terbukti lama.. udah sampe titik tahun ketiga,
artinya udah sering ikut2 kegiatan dong? iya
terus udah tau mana yang passion? mmmmh, not realy

terus dari segambreng kegiatan, yang paling asik yang mana? kadang asik, kadang nggak <- Hmmmm
But i'm pretty sure that i'm on the right track to find it :)

Just like destiny, perjuangan mencari yang terbaik-dalam-hal apapun butuh usaha kok.
All you need is struggling and have a faith that, what you fight for today is something that you'll earn someday.
Keep living (not only life)
dan buat perputaran ini terus berjalan.

Cheers!! :)


0 komentar:

Post a Comment